Tawakkal artinya menyerahkan diri kepada Allah setelah ada usaha. Kalau belum ada usaha itu bukan tawakkal, tetapi nrimo (jawa). Itu sifat apatis atau orang yang bodoh. Seorang mukmin harus tawakkal ‘alallâh, bukan menyerah tanpa usaha. Allah Swt menyatakan,
وَعَلىَ اللهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
Dan kepada Allah maka bertawakkallah orang-orang beriman. (QS. Ali Imrân : 122).
Maksudnya adalah, tempat bertawakkal orang yang beriman hanya kepada Allah, tiada lainNya. Tawakkal itu merupakan sikap terakhir dari ujung usaha dan ujung doa bagi orang mukmin dalam menjalani hidup ini. Rasul saw bersabda,
لَوْ أَنكَّمُ ْتَتَوَكَّلُوْنَ عَلىَ اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِصَاماً وَتَرُوْحُ بِطاَناً
Andai kamu semua bertawakkal niscaya Ia akan memberi rezeki kepadamu sebagaimana Ia memberi rezeki burung yang di pagi hari berangkat dengan perut lapar dan di sore hari kembali ke sangkar dengan kenyang. (HR. Ahmad).