Allah Swt berfirman,
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجاَهِلِيْنَ
Ambillah kemaafan dan kerjakanlah yang baik, serta berpalinglah dari orang yang bodoh. (QS. Al-A’râf : 98).
Khuz al-‘afw yaitu mengambil sikap selalu suka memaafkan orang lain walaupun ia mampu dan ada kesempatan untuk membalas, namun ia tidak menggunakannya untuk membalas. Dalam sebuah hadis Jibril pernah berkata kepada Rasul saw,
إِنَّ اللهَ تَعاَلَى يَأْمُرُكَ أَنْ تَعْفُوَ عَمَّنْ ظَلَمَكَ وَ تَصِلَ مَنْ قَطَعَكَ وَ تُعْطِيَ مَنْ حَرَمَكَ
Sesungguhnya Allah menyuruhmu (ya Muhammad) untuk memaafkan orang yang menganiayamu dan menyambung silaturrahim, orang yang telah memutuskanmu serta memberi orang yang telah menjauhimu. (HR. Muslim).
Memaafkan adalah sifat yang mendekati taqwa, seperti firman Allah,
وَأَنْ تَعْفُو أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى
Dan hendaklah memaafkan, karena ia dekat dengan taqwa. (QS. Al-Baqarah : 237).