Menjauhi Makanan dan Minuman yang Haram


Rasulullah saw., bersabda,

إِنَّ اللهَ تَعاَلَى طَيِّبٌ لاَيَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً وَأَنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِماَ أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ, فَقاَلَ تَعاَلَى, ياَ أَيهُّاَ الرُّسُلُ كُلُواْ مِنَ الطَّيِّباَتِ وَاعْمَلُواْ صاَلِحاً, وَقاَلَ, ياَ أَيهُّاَ الَّذِيْنَ آَمَنُواْ كُلُواْ مِنْ طَيِّباَتِ ماَرَزَقْناَكُمْ, ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلُ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّماَءِ وَقاَلَ ياَرَبِّ ياَرَبِّ, وَمَطْعَمُهُ حَراَم وَمَشْرَبُهُ حَراَمٌ وَمَلْبَسُهُ حَراَمٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجاَبُ لَهُ

Sungguh Allah Ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik, dan sungguh Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mu`min (serupa) dengan apa yang telah diperintahkan kepada rasul-rasul, maka Allah telah berfirman, wahai rasul-rasul, makanlah dari segala sesuatu yang baik, dan bekerjalah kamu dengan pekerjaan yang baik, dan telah berfirman Allah, wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik, yang telah Kami anugerahkan kepada kamu, kemudian beliau menceritakan ada seorang laki-laki yang telah jauh perjalanannya (musafir), berambut kusut, penuh debu (tanda orang susah), dia menadahkan kedua tangannya ke langit (berdoa), dan berkata, wahai Tuhan, wahai Tuhan, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan edngan barang-barang haram, maka bagaimana mungkin akan diterima permintaannya ?. (HR. Muslim).

 

Artinya, tidak mungkin doanya diterima, akibat makanan dan minuman yang haram, maka jauhilah hal itu, karena menjauhinya adalah sebahagian dari cabang-cabang iman.