Allah Ta’ala berfirman,
وَلاَ تَكُوْنُواْ كاَلَّذِيْنَ نَسُوا اللهَ فَأَنْساَهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفاَسِقُوْنَ
Dan janganlah kamu seperti orang yang melupakan Allah, yang berakibatkan Allah membuatkan mereka lupa diri pula, merekalah orang-orang fasiq. (QS. Al-Hasyr : 19).
Lupa diri artinya tidak menjaga ajaran agama, melalaikan kewajiban, karena sibuk urusan dunia. Seperti bermegah-megah dengan memperbanyak harta, tahta, wanita, nama, hura-hura, dan sebagainya. Seperti firman Allah,
أَلْهاَكُمُ التَّكاَثُرُ. حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقاَبِرَ
Kamu telah dilalaikan dengan bermegah-megah. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. (QS. At-Takasur : 1-2).
Maksudnya, manusia telah dilalaikan dari mengingat Allah. Oleh karena perlombaan memperbanyak harta, anak pinak, kemuliaan, pengikut, dan sebagainya. Karena nafsu tidak pernah puas, dan tidak mengenal batas. Tiba-tiba ajal pun tiba, persiapan untuk negeri akhirat sangat tipis, alangkah ruginya orang yang seperti ini.