Mencintai Sesama Muslim


Allah Swt berfirman,

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعاً وَّلاَ تَفَرَّقُوْا وَاذْكُروُاْ نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعداَءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْواَناً

Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali (agama) Allah dan jangan berpecah belah, ingatlah karunia Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, lalu Allah mempersatukan hati kamu dengan karunia Allah itu (iman dan Islam) sehingga bersaudara. (QS. Ali Imrân :103).

 

Tegasnya, dengan nikmat iman dan islam kita bersaudara, sebagaimana sabda Rasul saw,

المُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ

Seorang muslim itu adalah saudara muslim yang lain. (HR. Muslim).

 

Menurut ayat Al-Quran di atas dan hadis Nabi saw tersebut, bahwa orang Islam bersaudara, maka wajib atas setiap muslim mencintai dan menyayangi saudaranya, sebagaimana ia menyayangi dirinya sendiri. Perhatikan sabda Rasul saw berikut ini,

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتىَّ يُحِبَّ لِأَخِيْهِ ماَيُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Tidak sempurna iman seseorang, hingga ia mencintai saudaranya (seagama) sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. (HR. Muslim).

 

Salah satu cinta kita kepada saudara kita yang sesama muslim ialah, tidak membiarkannya bergelimang dosa, ulurkan tangan, tuntun dan ajak dia ke jalan yang diridhai Allah dengan niat tulus dan gigih.