Menjalankan dan Menegakkan Hukum Syara’


Yang dimaksud hukum di sini ialah memisahkan dan mendamaikan antara dua fihak yang berselisih dengan hukum Allah Ta’ala. Firman Allah Ta’ala,

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِماَ أَنْزَلَ اللهُ

Dan hendaklah engkau menghukum antara mereka menurut peraturan yang diturunkan Allah Ta’ala. (QS. Al-Maidah : 49).

 

Apabila penyelesaian sesuatu itu tidak menurut hukum dari Allah, niscaya jadilah pelaksananya menjadi orang kafir atau zalim dan fasiq. Demikian firman Allah Ta’ala dalam QS. Al-Maidah : 44-45 dan 47. Mengikuti dan melaksanakan hukum syara’ (hukum Allah dan RasulNya) harus dengan adil dan konsekuen. Perhatikan ayat berikut ini,

وَإِذاَ حَكَمْتُمْ بَيْنَ الناَّسِ أَنْ تَحْكُمُواْ بِالْعَدْلِ

Dan jika kamu menghukum atau memutuskan perkara di antara manusia, hendaklah kamu menghukum dengan seadil-adilnya. (QS. An-Nisa` : 58).

 

Adil ialah meletakkan sesuatu pada tempatnya, seperti peci di kepala, sepatu di kaki dan kacamata di muka, dan sebagainya. Itulah yang disebut adil. Yang bersalah dihukum salah, yang benar dihukum benar, walaupun untuk musuh.