yang ta’at dan orang yang wara’ . Allah Swt berfirman,
وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزاَّدِ التَّقْوَى
Lengkapilah bekalmu, maka sesungguhnya sebaik-baik bekal itu ialah taqwa. (QS. Al-Baqarah : 197).
Ketaqwaan itu ada di dalam hati seperti sabda Nabi saw,
التَّقْوَى هاَ هُناَ
Taqwa itu di sini (kata Nabi, ia tunjuk ke dadanya). (HR. Bukhari Muslim).
Hal itu menunjukkan bahwa ketaqwaan itu timbul dari hati nurani yang ikhlas. Selanjutnya, Allah menyebutkan,
ياَ بَنِيْ آَدَمَ قَدْ أَنْزَلْناَ عَلَيْكُمْ لِباَساً يُواَرِيْ سَوْأَتِكُمْ وَرِيْشاً وَلبِاَسُ التَّقْوَى ذاَلِكَ خَيْرٌ
Hai anak Adam kami telah melengkapi kamu dengan pakaian untuk menutup aurat dan pakaian yang bagus untuk perhiasan, namun pakaian rohaniah yang bernama ‘taqwa’, itu jauh lebih. (QS. Al-A’râf : 2).
Akhirnya perhatikan sabda Nabi saw berikut ini,
إِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Bertaqwalah kepada Allah di manapun kamu berada. (HR. At-Tirmizi).