Puasa


Rasulullah saw., bersabda,

الصَّوْمُ جُنَّةٌ

Puasa itu adalah benteng. (Muttafaq ‘alaih).

 

Maksudnya, benteng dari api neraka, karena dengan puasa seorang mu`min dapat mengendalikan dirinya untuk menjadi bertaqwa, dan dengan menjalankan perintah agama, dan menjauhi larangan-larangannya, maka ia pun semakin berakhlak. Dengan demikian, selamatlah dia dari azab neraka. Itulah makna dari puasa itu benteng neraka. Dalam hadis qudsi, Allah Ta’ala menyatakan,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آَدَمَ لَهُ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَناَ أَجْزِي بِهِ

Setiap amal anak Adam (manusia) itu pahalanya untuk dia, kecuali puasa, maka sesungguhnya puasa itu untukKu, dan Akulah yang membalasnya. (HR. Muslim).

 

Maksudnya, balasan puasa itu tergantung niat orang yang mengerjakan puasa. Sejauh mana karena Allahnya, sejauh itu pula balasannya, dan pahala puasa itu ukurannya hanya Allah yang tahu, karena sifat puasa (tidak makan dan tidak minum) termasuk sifat Allah Ta’ala.

Adapun puasa itu ada dua macam :

  1. Puasa fardhu atau wajib, yaitu :
  2. Puasa Ramadhan
  3. Puasa Qadha
  4. Puasa Nazar
  5. Puasa Kifarat
  6. Puasa Dam Haji
  7. Puasa sunnah, yaitu :
  8. Puasa Syawwal
  9. Puasa ‘Asyura
  10. Puasa Senin-Kamis
  11. Puasa Bulan Sya’ban
  12. Puasa Rajab, dan sebagainya

Puasa juga bermanfaat untuk kesehatan, sebagaimana Nabi menyatakan,

صُوْمُواْ تَصِحُّواْ

Selalulah berpuasa, niscaya kamu pun menjadi sehat. (HR. Ath-Thabrani).