Zikrullâh artinya mengingat Allah atau menyebut-nyebut Allah dengan lafaz yang berbagai macam, misalnya, zikr ism al-zât (Allah-Allah), zikr naïf itsbât atau zikr tahlîl (Lâ Ilâha Illa Allâh). Adapun caranya ada tiga macam :
- Zikir lisan dengan lidah
- Zikir qalbu dengan hati
- Zikir arkân dengan seluruh anggota tubuh. Yaitu dengan cara ta’at melaksanakan perintah Allah dan rasulNya, serta menjauhi larangan keduanya. Firman Allah menyatakan,
وَاذْكُرُوا اللهَ كَثِيْراً لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Dan sebutlah Allah sebanyak-banyaknya, mudah-mudahan kamu beruntung. (QS. Al-Anfâl : 45).
Selanjutnya Allah Swt berfirman,
فَإِذاَ قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُروُا اللهَ قِياَماً وَّقُعُوْداً وَّعَلىَ جُنُوْبِكُمْ
Maka bila kamu telah menyelesaikan shalat, berzikirlah kepada Allah sewaktu berdiri, duduk dan berbaring. (QS. Al-Nisâ : 103).
Dalam hadis qudsi, Allah Swt menyatakan,
Allah berfirman, Aku mengikuti perkiraan hambaKu, bila ia ingat kepadaKu di dalam dirinya, maka Aku ingat dia pada diriKu.
Maksud hadis tersebut adalah Allah mengikuti perkiraan kita. Bila kita kira Dia menyayangi kita, maka Ia tunjukkan kasih sayangNya kepada kita, begitu juga sebaliknya. Bila kita ingat Dia, maka kita juga pasti diingatNya.