Kifarat adalah membayar denda sebagai akibat dari pelanggaran hukum, yaitu :
- Kifarat membunuh tersalah. QS. An-Nisa` : 92.
- Kifarat zihar (menyerupakan istri seperti ibunya). QS. Al-Mujadalah : 2.
- Kifarat bersetubuh di siang hari pada bulan Ramadhan. HR. Bukhari dan Muslim.
- Kifarat sumpah.
Allah Ta’ala menyatakan dalam firmanNya,
فَكَفاَّرَتُهُ إِطْعاَمُ عَشَرَةِ مَساَكِيْنَ مِنْ أَوْسَطِ ماَ تُطْعِمُوْنَ أَهْلِيْكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِياَمُ ثَلاَثَةِ أَياَّمٍ
Maka untuk ampunan kesalahan sumpah yang dilanggar, bersedekah kepada sepuluh orang miskin, sedekah itu diambil dari makanan yang biasa dimakan seisi rumahnya, atau memberi pakaian kepada mereka (sepuluh orang miskin), atau memerdekakan hamba sahaya, barang siapa yang tidak kuasa (membayar salah satu dari tiga perkara yang tersebut), maka hendaklah ia berpuasa tiga hari lamanya. (QS. Al-Maidah : 89).
Membayar kifarat seperti yang tersebut hukumnya wajib, dan ia termasuk ke dalam cabang-cabang iman yang tujuh puluh tujuh.