Intropeksi diri ialah, menyadari dan menginsafi kekeliruan dan kesalahan, memperbaikinya dengan hati yang tulus. Tegasnya, mengoreksi diri sendiri dan memperbaikinya dengan ikhlas. Allah menyatakan,
إِنْ أُرِيْدُ إِلاَّ اْلإِصْلاَحَ
(Nabi Syu’eib) berkata, tidak ada yang saya inginkan kecuali perbaikan (koreksi diri). (QS. Hûd : 88).
Perbaikan yang di dalam ayat ini disebut ishlah, itu adalah salah satu sifat orang beriman, kapan saja, di mana saja, orang beriman siap memperbaiki diri, bila ternyata salah, cepat-cepat ia bertaubat dan melakukan kebaikan-kebaikan. Seperti bila telah terlanjur beebuat salah segera mengucap istighfâr, “astaghfirullâh“. Rasulullah saw bersabda,
وَاتبْعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُوْهاَ
Dan iringilah segera kesalahan itu dengan perbuatan baik, maka ia akan menghapus kesalahan itu. (HR. at-Tirmizi).