Rasulullah saw bersabda,
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ اْلإِيماَنِ, أَنْ يَّكُوْنَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيهِ مِمَّا سِواَهُمَا وَأَنْ يُّحِبَّ الْمَرْأُ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ للهِ وَأَنْ يَّكرَهَ أَنْ يَّعُوْدَ فِي الْكُفرِ بَعدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُّلْقَى فِي النَّارِ
Ada tiga hal, bila ada pada diri seseorang, maka ia menemukan manisnya (lezatnya) iman, yaitu; bahwa Allah dan rasulNya lebih dicintainya dari segala apa saja yang selain keduanya, dan bahwa ia tidak mencintai orang lain, kecuali Allah, dan bahwa ia sangat benci kepada kekufuran sebagaimana ia benci (tidak suka) dimasukkan ke api neraka. (HR Bukhari Muslim).
Dalam hadis ini dinyatakan tanda-tanda manis (lezatnya) iman. Salah satunya adalah benci kepada kekufuran, tentu juga kemaksiatan, sebab kekufuran dan kemaksiatan menyeret orang ke neraka.