Takut Azab Allah dan Mengharap RahmatNya


Allah Swt berfirman,

وَفيِ نُسْخَتِهاَ هُدًى وَّرَحْمَةٌ لِلَّذِيْنَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُوْنَ

Dan di antara suratnya terdapat petunjuk dan rahmat untuk orang-orang yang takut kepada Tuhannya (azabNya). (QS. Al-A’râf : 154).

Takut kepada azab Allah ialah, dengan menjauhi atau menghindari larangan-larangan Allah, demikian juga larangan-larangan rasulNya, serta melaksanakan titah perintah Allah dan rasulNya, termasuk menjauhi hal-hal yang syubhat.
Selanjutnya, seorang muslim tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah di mana dan kapan saja, bahkan harus tetap optimis, penuh semangat, penuh harapan dari rahmat Allah. Sebagaimana firmanNya,

لاَ تَقْنَطُواْ مِنْ رَحْمَةِ اللهِ

Janganlah berputus asa dari rahmat Allah. (QS. Al-Zumar : 53).

Dalam ayat ini umat muslim dilarang keras untuk berputus asa. Mafhumnya, wajib mengharap rahmat Allah. Sekali lagi, berputus asa hukumnya haram dan sangat dilarang. Sedangkan mengharap rahmat Allah hukumnya wajib, karena merupakan kebalikan dari berputus asa.
Berdoalah setelah usaha yang keras. Allah akan mengabulkan doa hambanya. Sedangkan berputus asa adalah sifat orang kafir, maka hindarilah dengan penuh katabahan.