Mendidik Anak pada Agama


Rasulullah saw., bersabda,

إِذاَ عَرَفَ الْغُلاَمُ يَمِيْنَهُ عَنْ شِماَلِهِ فَأَعْلِمْهُ

Apabila anak-anak telah mengenal mana kanannya dan mana kirinya, maka ajarilah ia (suruh belajar agama). (HR. Al-Baihaqi).

 

Pelajaran pertama mengucap dua kalimah syahadah, kemudian bacaan shalat, doa-doa, dan sebagainya. Rasulullah saw., bersabda,

مُرُواْ أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ إِذاَ بَلَغَ سَبْعَ سِنِيْنَ وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهاَ إِذاَ بَلَغَ عَشَرَ سِنِيْنَ

Suruhlah anak-anak kamu mengerjakan shalat bila telah berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka yang meninggalkan shalat bila telah berusia sepuluh tahun. (HR. Muslim).

 

Selanjutnya, perhatikan firman Allah Ta’ala berikut ini,

وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُماَ كَماَ رَبَّياَنِيْ صَغِيْراً

Dan katakanlah, wahai Tuhanku kasihanilah ibu bapakku sebagaimana mereka mendidikku waktu aku masih kecil. (QS. Al-Isra : 24).

 

Dalam doa ini jelas, kasih sayang Allah tercurah kepada ibu bapak karena mereka mendidik anak-anaknya.