Ahli bait adalah keluarga Nabi saw, yakni yang ada hubungan darah dengan Nabi dari garis ayahnya, termasuk juga anak-istri Nabi serta cucu-cucunya. Sedangkan sahabat ialah orang yang sempat sezaman dengan Rasulullah saw, beriman kepadanya, walaupun ia tidak bertemu langsung dengan Nabi. Dalam hal mencintai keluarga Rasulullah saw, Allah SWT menyatakan,
قُلْ لاَ أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْراً إِلاَّ الْمَوَدَّةَ فِي اْلقُرْبىَ
Katakanlah ya Muhammad, aku tidak minta upah kepadamu atas seruanku ini, kecuali hanya kecintaan dan kasih sayang dalam kekeluargaan. (QS. Al-Syûra : 23).
Ayat ini menunjukkan agar kita mencintai ahli bait Rasulullah saw. Selanjutnya Rasul saw bersabda,
آَيَةُ اْلإِيمْاَنِ حُبُّ اْلأَنصْاَرِ
Salah satu tanda kesempurnaan iman ialah, mencintai sahabat dari kwlompok Anshar. (Muttafaq ‘alaih).
Dari dua sumber hukum syara’ ini, dapat kita fahami bahwa mencintai dan mengasih sayangi ahli bait dan para sahabat Nabi termasuk cabang dari iman. Ahli bait dan sahabat adalah orang-oran yang paling dekat dengan Nabi, dan merekalah orang yang pertama menerima ajaran Islam dan merekalah pembela utama Nabi dalam menyampaikan risalah. Maka seyogianya kita memuliakan mereka dengan mencintainya, karena mereka adalah orang-orang kesayangan Rasulullah saw yang senasib dan sependeritaaan dalam perjuangan siang dan malam, demi mencari ridha Allah Ta’ala.