Pantang Menyerah


Tetap tabah, pantang menyerah di dalam menegakkan agama Allah, baik waktu damai maupun waktu perang. Salah satu dosa besar adalah berpaling dari medan perang.

التَّوَلىَّ يَوْمَ الزَّحْفِ

Termasuk dosa besar, berpaling dari medan perang. (Muttafaq ‘alaih).

 

Setiap orang Islam wajib memelihara dan membela agama, apabila akan dirusak oleh orang lain, apalagi bila diperangi, maka Islam menyuruh pemeluknya untuk menahan atau memerangi musuh itu. Firman Allah menyatakan,

أُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقاَتِلُوْنَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُواْ وَإِنَّ اللهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيْرٌ

Telah diizinkan berperang bagi kaum muslimin yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya, dan sesungguhnya Allah adalah Maha Kuasa menolong mereka. (QS. Al-Hajj : 39).

 

Firman Allah yang lain menyebutkan,

وَمَنْ يُّوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلاَّ مُتَحَرِّفاً لِقِتاَلٍ أَوْ مُتَحَيِّزاً إِلَى فِئَةٍ فَقَدْ باَءَ بِغَضَبٍ مِّنَ اللهِ وَمَأْواَهُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ

Dan barang siapa membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka jahannam, dan amat buruk tempat kembalinya itu. (QS. Al-Anfal : 16).

 

Dalam membela agama, tidak boleh mengenal mundur atau atrek. Kecuali cari strategi. Allah dengan tegas menyatakan,

ياَ أَيهُّاَ الَّذِيْنَ آَمَنوُاْ إِذاَ لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتوُاْ وَاذْكُرُوا اللهَ كَثِيْراً لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu sedang menghadapi pasukan musuh (dalam peperangan), maka berteguh hatilah kamu, dan sebutlah Allah banyak-banyak (zikir dan doa), mudah-mudahan kamu mendapat kemenangan. (QS. Al-Anfal : 45).