Dalam hidup ini tidak ada seorang manusia pun yang dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Mulai dari lahir sampai mati. Diurusi bidan dan sebagainya. Waktu mati diurusi bilal, dan sebagainya. Karena itu, tolong menolong dalam keadaan lapang dan bahagia tentu perlu bantuan dan pertolongan orang lain, apalagi dikala susah atau sedang lagi tidak mujur. Allah Ta’ala berfirman,
وَتَعاَوَنُواْ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَتَعاَوَنُواْ عَلَى اْلإِثْمِ وَالْعُدْواَنِ
Dan tolong menolonglah kamu untuk mencapai kebaikan dan ketaqwaan, dan jangan kamu tolong menolong untuk berbuat dosa dan permusuhan. (QS. Al-Maidah : 2).
Tolong menolong adakala hukumnya wajib, dan adakala hukumnya sunnah. Seperti meminjami uang atau barang, meminjami modal (materi), atau bantuan tenaga dan fikiran, dan sebagainya, bauk dalam urusan ukhrawi maupun urusan duniawi.