Rasulullah saw., memberi banyak petunjuk agar kita bekerja keras dalam usaha dan ikhtiar, seperti sabdanya,
ماَ أَكَلَ أَحَدٌ طَعاَماً قَطٌّ خَيْراً مِنْ أَنْ يَّأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
Tidak ada suatu makanan yang lebih baik untuk dimakan seseorang selain dari hasil usaha tangannya sendiri (usaha sendiri). (HR. Bukhari).
Allah Ta’ala juga menyatakan,
فَإِذاَ قُضِيَتِ الصَّلاَةُ فَانْتَشِرُواْ فِي اْلأَرْضِ وَابْتَغُواْ مِنْ فَضْلِ اللهِ
Maka bila shalat (juma’at) telah ditunaikan, maka bertebarlah kamu di permukaan bumi ini, dan carilah karunia Allah (nafkah) di atasnya (berusahalah). (QS. Al-Jumu’ah : 10).
Akhirnya Nabi saw., menyatakan,
مَنْ باَتَ كاَلاً مِنْ طَلَبِ الْحَلاَلِ باَتَ مَغْفُوْراً لَهُ
Barang siapa yang menjadi letih pada malam hari karena mencari penghidupan yang halal, niscaya terampunilah dosanya. (HR. Ibn ‘Asakir).