Allah Ta’ala berfirman,
وَاعْبُدُوا اللهَ وَلاَتُشْرِكُواْ بِهِ شَيْأً وَبِالْواَلِدَيْنِ إِحْساَناً
Dan sembah kamulah Allah Ta’ala dan jangan kamu sekutukan Dia dengan sesuatu dan terhadap Ibu Bapak berbuat baiklah (berbaktilah). (QS. An-Nisa` : 36).
Rasulullah saw., bersabda,
رِضاَ اللهِ فِي رِضاَ الْواَلِدَيْنِ
Kerelaan Allah tergantung pada kerelaan ibu bapak. (HR. Ar-Tirmizi).
Oleh karena itu, seorang anak wajib selalu mencari kesenangan dan kerelaan orang tuanya. Selalu berusaha untuk berbuat baik dan berbuat yang menyenangkan hati orang tuanya. Maka berbaktilah kepada mereka, karena surga anak itu berada di bawah telapak kaki ibunya, seperti sabda Rasulullah saw.,
الْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْداَمِ اْلأُمَّهاَتِ
Surga itu di bawah telapak kaki para ibu. (HR. Muslim).
Maksud hadis ini, baik buruknya si anak, benar salahnya mereka, tergantung pada asuhan ibunya. Ibulah yang mewarnai anaknya setiap saat sebelum ia dewasa. Ibulah yang pertama menanamkan tauhid, sifat ta’at, sabar, dan ikhlas. Karena itu, do’akanlah orang tua setiap selesai shalat dengan penuh harapan dan ketulusan, sebagai satu perbuatan ihsan dari seorang anak yang sadar dan insyaf, sebagaimana firman Allah,
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِواَلِدَيَّ
Wahai Tuhanku, ampunilah dosaku, dan dosa ibu bapakku. (QS. Nuh : 28).