Ingat Mati


Allah Swt berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

Setiap jiwa (pasti) merasakan mati. (QS. Ali Imrân : 185).

 

Rasulullah saw bersabda,

أَكْثِرُوْا مِنْ ذِكْرِ هاَذِمِ اللَّذَّاتِ

Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan segala yang melezatkan (mati). (HR. at-Tirmizi).

 

Sabda Nabi saw yang lain,

كَفىَ بِالْمَوْتِ وَاعِظاً

Cukuplah kematian itu sebagai penasehat. (HR al-Thabrâni).

 

Allah Swt berfirman,

إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلاَقِيْكُمْ

Sesungguhnya mati yang kamu hindari itu pasti akan menemuimu. (QS. Al-Jumu’ah : 8).

 

Oleh karena mati itu suatu kemestian, maka sebaiknyalah setiap jiwa menyiapkan diri dan bekal untuk dunia di seberang kematian, melalui amal sholeh, perbuatan baik, zikir, doa dan lain-lain. Alah Swt berfirman,

أَيْنَماَ تَكُوْنوُاْ يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ

Di manapun kamu berada, pasti ditemui oleh kematian walaupun dibalik benteng yang kokoh. (QS. Al-Nisâ : 78).