Bersyukur artinya berterima kasih, sedangkan yang disyukuri banyak sekali, tidak dapat dihitung jumlahnya. Seperti firman Allah Swt,
وَإِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللهِ لاَ تُحْصُوْهاَ
Dan jika kamu coba untuk menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya. (QS. Ibrâhim : 34).
Di antara nikmat Allah yang wajib kita syukuri adalah umur, kesehatan, akal, nyawa, rezeki, iman dan islam. Sebagai makhluk berakal yang satu-satunya yang pandai bersyukur, patut sekali untuk senantiasa bersyukur. Oleh karenanya, bersyukur termasuk cabang iman. Allah Swt berfirman,
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنكَّمُ ْوَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذاَبِيْ لَشَدِيْدٌ
Sungguh jika kamu bersyukur, akan Aku tambah nikmatKu, dan sungguh jika kamu kufur (ingkar nikmat) maka azabKu sungguh berat. (QS. Ibrahim : 34)
Dalam hadis lain disebutkan,
الطَّاعِمُ الشَّاكِرُ بِمَنْزِلَةِ الصَّائِمِ الصَّابِرِ
Orang yang makan dan bersyukur sama kedudukannya dengan orang yang puasa lagi sabar. (HR. At-Tirmizi).