Malu Kepada Allah


Allah Ta’ala Maha Melihat, Maha Mendengar dan Maha Mengetahui (sama’, bashar dan ‘ilmu). Dengan penjelasan bahwa Allah mendengar apa yang dibicarakan, melihat apa yang diperbuat dan mengetahui apa yang menjadi niat di dalam hati. Oleh karena itu, sifat malu termasuk cabang iman. Malu kepada Allah yang Maha Melihat, Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.

الحَياَءُ شُعْبَة ٌمِنَ اْلإِيمْاَنِ

Malu adalah salah satu cabang iman. (HR. Bukhari Muslim)

Oleh karena itu, pertajamlah perasaan malu dan perteballah iman melalui malu karena sifat malu pasti mendatangkan kebajikan seperti sabda Rasul saw berikut,

الحَياَءُ لاَ يَأْتيِ بِهِ إِلاَّ الْخَيْرُ

Malu tak mendatangkan kecuali kebaikan. (HR. Muslim).

Maksudnya, efek atau akibat malu akan mendatangkan kebaikan.