Taubat dan Mohon Ampun


Allah Swt memerintahkan untuk bertaubat melalui firmanNya,

وَ تُوْبوُاْ إِلىَ اللهِ جَمِيْعاً أَيهُّاَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Bertaubatlah kamu semua kepada Allah wahai orang yang beriman, agar kamu semua bahagia. (QS. Al-Nûr : 31).

 

Tuntutan taubat wajib dilakukan, tidak nanti ke nanti. Rasul saw menyatakan,

وَاتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُوْهاَ

Dan iringilah kesalahan itu dengan kebaikan, niscaya ia menghapus kesalahan itu. (HR. Al-Tirmizi).

 

Maksud hadis ini, segeralah bertaubat dengan memperbaiki diri dan menyesal atas keterlanjurannya. Allah Swt berfirman,

وَساَرِعوُاْ إِلىَ مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ

Dan bersegeralah kamu mendapatkan keampunan Tuhanmu. (QS. Ali Imrân : 133).

 

Taubat ada dua macam yaitu,

  1. Taubat dari kesalahan kepada Allah saja
  2. Taubat dari kesalahan kepada Allah dan kepada manusia.

Dalam hadis qudsi dinyatakan bahwa Allah tidak mengampuni seseorang, jika ia belum meminta maaf kepada orang lain. Oleh karenanya, syarat diterima taubat adalah :

  1. Taubat kepada Allah, syaratnya empat yaitu,
  2. Berhenti dari melakukan kejahatan serta berjanji dalam hati untuk tidak mengulangi lagi
  3. Menyesal atas kesalahan dan kekeliruan di masa lalu
  4. Memohon ampun atas dosa dengan sepenuh hati dan banyak istighfâr.
  5. Memperbanyak kebaikan-kebaikan dan amal sholeh
  6. Taubat dari kesalahan kepada Allah dan kepada manusia, syaratnya yaitu,
  7. Semua syarat taubat kepada Allah dipenuhi.
  8. Minta maaf kepada yang bersangkutan, melunasi hutang atau dia memaafkan kita.