Taat kepada pemimpin atau disebut dengan patuh adalah termasuk cabang-cabang iman. Sementara itu, pemimpin yang dimaksud adalah :
- Pemimpin dalam urusan negara
- Pemimpin dalam urusan agama
- Pemimpin dalam berbagai status
Allah Ta’ala berfirman,
ياَ أَيهُّاَ الَّذِيْنَ آَمَنُواْ أَطِيْعُوا اللهَ وَأَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَأُوْلِى اْلأَمْرِ مِنْكُمْ
Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, serta pemegang kekuasaan (kepala negara, ulama, pemimpin). (QS. An-Nisa` : 59).
Adapun pemimpin dalam berbagai status, seperti :
- Pemimpin berstatus sebagai guru
- Pemimpin berstatus sebagai suami
- Pemimpin berstatus sebagai orang tua
- Pemimpin berstatus sebagai kepala atau ketua
- Pemimpin berstatus sebagai pimpinan atau direktur
Semua itu wajib ditaati, selama mereka tidak menganjurkan untuk durhaka kepada Allah, atau tidak membinasakan diri, maka tetap wajib dipatuhi. Rasulullah saw., bersabda,
لاَ طاَعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِي مَعْصِيَّةِ الْخاَلِقِ
Tidak boleh taat kepada makhluk kalau untuk berma’shiat kepada Allah Ta’ala. (HR. Bukhari Muslim).