Soal pinjam meminjam atau hutang piutang adalah soal tolong menolong atau bantu membantu. Tentunya hal ini sangat dianjurkan dalam Islam, seperti firman Allah berikut ini,
وَتَعاَوَنُواْ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى
Dan tolong menolonglah kamu untuk mencapai kebaikan dan ketaqwaan. (QS. Al-Maidah : 2).
Tolong menolong bukan hanya tenaga dan fikiran, tetapi juga soal materi, seperti hutang, pinjaman, dan sebagainya. Perhatikan sabda Nabi saw., berikut ini,
عَنْ أَبِي أُماَمَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قاَلَ, الْعاَرِيَةُ مُؤاَدَّةٌ وَالزَّعِيْمُ عاَرِمٌ وَالدَّيْنُ مَقْضِيٌّ
Dari Abu Umamah ra., dari Nabi saw., dia berkata, pinjaman itu pasti dikembalikan, dan orang yang menjamin itu dialah yang berhutang, sedangkan hutang mesti dibayar. (HR. At-Tirmizi).