Jihad fi sabilillah ialah berjuang dengan sepenuhnya (habis-habisan) demi meninggikan kalimatillah hiyal ‘ulya, baik dengan harta maunpun dengan jiwa. Allah Ta’ala menyatakan,
وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْياَ
Dan Allah menjadikan kalimat orang-orang kafir itu rendah, dan kalimah Allah yang tertinggi. (QS. At-taubah : 41).
Selanjutnya Allah menyatakan,
وَجاَهِدُواْ بِأَمْواَلِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ
Dan berjihadlah kamu sekalian dengan harta dan jiwa kamu. (QS. At-Taubah : 41).
Di dalam ayat lain, Allah Ta’ala juga menyatakan,
لَكِنِ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ آَمَنُواْ مَعَهُ جاَهَدُواْ بِأَمْواَلِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ وَأُولَئِكَ لَهُمُ الْخَيْراَتُ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Tetapi Rasulullah dan orang-orang yang beriman, sama-sama berjuang (jihad) baik dengan harta maupun dengan jiwa raganya, itulah orang-orang yang akan memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang-orang yang berbahagia hidupnya. (QS. At-Taubah : 88).
Berkaitan dengan jihad ini, Rasulullah saw., pernah ditanya sahabat tentang amal yang paling disukai Allah, lalu Nabi bersabda,
عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ قاَلَ, سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ ؟, قاَلَ, الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهاَ, قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ ؟, قاَلَ, بِرُّ الْواَلِدَيْنِ, قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ ؟, قاَلَ, الْجِهاَدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ
Hadis dari Ibn Mas’ud, dia berkata, telah saya tanyakan kepada Rasulullah tentang amal apakah yang paling disukai Allah ?, beliau bersabda, shalatlah pada waktunya, saya tanya lagi, kemudian apalagi ?, beliau bersabda, berbaktilah kepada ibu bapak, lalu saya tanya lagi, kemudian apalagi ?, beliau bersabda, berjihad di jalan Allah. (Muttafaq ‘alaih).
Dari hadis ini, dapat kita fahami bahwa, jihad fi sabilillah itu setara dengan shalat fardhu pada waktunya, dan berbakti kepada ibu bapak. Artinya, sama-sama wajib dilaksanakan, karena jihad itu adalah juga merupakan puncak aktivitas dalam Islam, atau zirwatu sanamih kata Nabi dengan harta dan jiwa.