Infaq


Allah Ta’ala berfirman,

ياَ أَيهُّاَ الَّذِيْنَ آَمَنُواْ أَنْفِقُواْ مِنْ طَيِّباَتِ ماَ كَسَبْتُمْ وَمِماَّ أَخْرَجْناَ لَكُمْ مِنَ اْلأَرْضِ

Wahai orang yang beriman, infakkan kamulah sebahagian dari hasil usaha kamu dan dari hasil bumi milikmu. (QS. Al-Baqarah : 267).

 

Selanjutnya, Allah Ta’ala juga menyatakan,

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ أَمْواَلَهُمْ فِي سَبِيْلِ اللهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَناَبِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللهُ يُضاَعِفُ لِمَنْ يَّشاَءُ وَاللهُ واَسِعٌ عَلِيْمٌ

Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan harta bendanya di jalan Allah, bagai menanam sebiji benih yang tumbuh menjadi tujuh tangkai, setiap tangkai menghasilkan seratus biji, begitulah Allah melipat gandakan ganjaran bagi orang yang dikehendakiNya, dan Allah Maha Luas PemberianNya dan Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 261).

 

Melalui dua ayat ini dapat difahami bahwa berinfak itu adakala hukumnya wajib, dan adakala hukumnya sunnah.

  1. Berinfak wajib menurut ayat pertama, yaitu ketika rezeki ada, sedang kebutuhan kepentingan agama perlu dana. Di sini wajib infak dengan jumlah yang tidak ditentukan, apalagi harta yang dimiliki belum sampai nishab zakat, namun infak tetap dituntut.
  2. Berinfak sunnah. Ini kapan saja, dan di mana saja, ketika ada rezeki, atau ada kelapangan rezeki untuk kepentingan agama, yang sering disebut dengan ‘derma’ yang sifatnya suka rela. Ini berdasarkan firman Allah berikut ini,

وَمَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ أَمْواَلَهُمُ ابْتِغَآءَ مَرْضاَتِ اللهِ وَتَثْبِيْتاً مِّنْ أَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصاَبَهاَ واَبِلٌ فَأَتَتْ أُكُلَهاَ ضِعْفَيْنِ فَإِنْ لَمْ يُصِبْهاَ واَبِلٌ فَطَلٌّ وَاللهُ بِماَ تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan (mendermakan) harta bendanya demi mengharap keridhaan Allah Ta’ala dengan penuh keyakinan adalah, seperti sebuah kebun di dataran tinggi, yang mendapat siraman hujan lebat, hasilnya dua kali lipat, kalau hujan lebat tidak ada, hujan gerimis pun sudah memadai, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqarah : 265).