Silaturrahim


Rasulullah saw., bersabda,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قاَلَ, قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُّبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُّنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Hadis dari Abu Hurayrah ra., dia berkata, telah bersabda Rasulullah saw., barang siapa yang ingin akan dilapangkan Allah Ta’ala rezekinyadan dipanjangkan Allah umurnya, maka hendaklah ia hubungkan kasih sayangnya (shilaturrahim). (HR. Bukhari).

 

Selanjutnya, Nabi menyatakan,

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قاَطِعُ الرَّحْمِ

Tidak akan masuk surga, orang yang memutuskan shilaturrahim. (HR. Bukhari Muslim).

 

Adalagi hadis Nabi yang lain dari Abu Bakrah yang diriwayatkan secara marfu’,

ماَ مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ لِصاَحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْياَ مَعَ ماَ ادَّخَرَ اللهُ فِي اْلآَخِرَةِ مِنْ قَطِيْعَةِ الرَّحْمِ

Tidak ada dosa yang dipercepat Allah akibatnya di dunia ini, bersama dosa-dosa yang ditangguhkan sampai hari akhir, kecuali memutuskan shilaturrahim. (HR. Abu Daud).