Thawaf


Thawaf ialah ibadah mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putara, di mulai dan di akhiri pada garis berwarna yang membentang di muka hajar aswad. Allah berfirman,

وَلْيَطَّوَّفُواْ بِالْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

Dan hendaklah mereka tawaf di rumah Allah (keliling ka’bah). (QS. Al-Hajj : 29).

 

Ketika melakukan tawaf, ka’bah harus tetap di sebelah kiri, setiap kali mengelilinginya. Di dalam sebuah hadis dinyataka,

عَنْ عاَئِشَةَ إِنَّ أَوَّلَ شَيْءٍ بَدَأَ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِيْنَ قَدِمَ مَكَّةَ أَنَّهُ تَوَضَّأَ ثُمَّ طاَفَ بِالْبَيْتِ

Hadis dari ‘Aisyah, bahwa Nabi saw., ketika sampai di Makkah, maka pekerjaan yang mula-mula beliau kerjakan ialah mengambil air sembahyang, kemudian beliau thawaf. (HR. Bukhari).

 

Berdasarkan hadis inilah bahwa shalat sunnah tahiyyatul masjid di Masjidil Haram tidak disyari’atkan, akan tetapi diganti dengan thawaf langsung, baru shalat sunnah thawaf setelahnya. Thawaf ini ada enam jenis :

  1. Thawaf qudum (thawaf selamat datang)
  2. Thawaf ifadhah (rukun haji atau rukun umrah)
  3. Thawaf nazar
  4. Thawaf sunnah, pengganti tahiyyatul masjid
  5. Thawaf-thawaf sunnah lainnya, yaitu; thawaf setiap ada kesempatan
  6. Thawaf wada’ (thawaf selamat tinggal)