TRADISI ZIARAH MAKAM MASYAYIKH PONDOK PESANTREN AL HIKMAH 2 (Teori Sakralitas Emile Durkheim)


Moh. Abdul Hanif, Riri Widya Ningsih

Ilmu Hadis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
ririwidya27@gmail.com

Abstrack

Pondok Pesantren or Islamic Boarding School is central to education, especially religious education. Pondok pesantren assessed as the most successful educational institutions in printing generation with great knowledge and morals. This is because Pondok Pesantren has a different teaching system with other educational institutions. That other system is the existence of a strong spiritual relationship between teachers and students in the sense of teaching science as well as educate the soul. This soul education is rarely found in other institutions. At Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 Brebes, can be found one of the evidence of a strong spiritual relationship between teacher and student, that is the tradition of praying and pilgrimage to the graves of the masyayikh & muassis. This tradition is not only the evidence for the strong relationship between teacher and student, but also as an aplication of hadith that transmitted by Tirmidzi. It is mentioned at the hadith narrated by Tirmidhi, that ‘alims are prayed by God and all His creatures. This tradition is also considered as implementation of living hadith because applying the value of a hadith in everyday life. In this paper, the author wants to discuss the tradition of praying and pilgrimage based on the theory of the sacredness of Emile Durkheim. As for obtaining the data, the authors refer to the book and completed with an interview to one of the alumni of Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 who ever practice this tradition.

Keywords: Masyayikh, Mendoakan, Santri, Teori Sakralitas Emile Durkheim, Ziarah

Abstrak

Pondok pesantren merupakan sentral pendidikan khususnya pendidikan keagamaan. Pondok pesantren dinilai sebagai lembaga pendidikan yang paling berhasil dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak. Hal ini dikarenakan pondok pesantren mempunyai sistem pengajaran yang berbeda dengan institusi pendidikan lainnya, yakni adanya hubungan spiritual yang kuat antara guru dan santri dalam artian mengajarkan ilmu sekaligus mendidik jiwa. Pendidikan jiwa ini lah yang jarang ditemui di lembaga pendidikan selain pondok pesantren. Di Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 Brebes dapat ditemukan salah satu bukti keterikatan spiritual yang kuat antara guru dan santri yaitu dengan adanya tradisi mendoakan dan ziarah ke makam para masyayikh & muassis. Tradisi ini selain sebagai bentuk ikatan spiritual juga merupakan aplikasi dari suatu hadis riwayat at-Tirmidzi tentang „alim yang didoakan oleh Allah dan semua makhluk-Nya. Tradisi ini dianggap pula sebagai implementasi living hadis karena mengaplikasikan nilai suatu hadis pada kehidupan sehari-hari. Dalam tulisan ini, penulis hendak membahas tradisi mendoakan dan ziarah tersebut berdasarkan teori sakralitas Emile Durkheim. Adapun dalam
memperoleh data, penulis merujuk kepada buku dan dilengkapi dengan wawancara kepada salah satu santri alumni ponpes Al-Hikmah 2 yang pernah mengamalkan tradisi ini.

Keywords: Pilgrimage, Santri, Praying, Masyayikh, Sacred Emile Durkheim Theory

Download full pdf: http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/1326/1182