
Diterbitkan oleh: Dialektika Yogyakarta
Tahun: 2017
Sinopsis:
Buku ini ditulis karena dilatarbelakangi oleh kemunculan peraturan menteri agama, PMA, yang diedarkan Oleh Direktur Jenderal pendidikan Islam nomor 1429 tahun 2012 mengenai nomenklatur baru yang berisi pemisahan bidang kajian Alquran dan hadis, yang pada mulanya dirangkum dalam jurusan atau Prodi tafsir Hadits titik bidang kajian al-quran dinamakan dengan ilmu Alquran dan tafsir, sedang bidang studi hadis disebut dengan ilmu hadits titik di dalam peraturan itu disebutkan bahwa perguruan tinggi dapat memilih Salah satu program studi baru sesuai dengan sumber daya manusia atau dosen yang dimiliki, dan proporsi keilmuan atau kurikulum yang dipakai.
Selama ini, Kajian Hadis di Indonesia boleh dikatakan kalah dibandingkan dengan kajian Alquran titik atau dengan kata lain, kedudukan studi hadis dirasa masih belum mapan di berbagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di seluruh Nusantara titik implikasi dari realitas ini adalah, perguruan tinggi yang ada pasti memilih untuk menjadi ilmu Alquran dan Tafsir dan sedikit yang bisa menjadikan kelas ilmu hadits. Melihat hal tersebut, penelitian atas Kajian Hadis di lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri dalam kondisi terkini menjadi penting untuk dilaksanakan. tinjauan ini akan mengantarkan pada prospek studi hadis di Indonesia kedepannya. Apakah judi ini akan mempunyai masa depan cerah, ataukah malah suram dengan diterbitkannya peraturan baru mengenai pemisahan bidang kajian tersebut. Selamat berdialektika!.
Buku diatas dapat dibeli di: