LIVING HADIS: TRADISI SEDEKAH NASI BUNGKUS HARI JUM’AT OLEH KOMUNITAS SIJUM AMUNTAI


Muhammad Rafi

UIN Sunan Kalijaga
rafimuhammad617@gmail.com
DOI : 10.14421/livinghadis.2019.1647

Abstract

Poverty is one of the most complex and significant social problems in influencing the social-community order. Islam through the Qur’an and Sunnah has provided a solution to overcome this poverty problem with the concept of alms. Alms itself is not limited to only assets or material, but can also be done through physical effort, one of which is good deeds to others. There are many verses of the Qur’an and matan hadith that invite Muslims to give alms. Then, this text is understood and actualized by Muslims with various kinds of understanding and forms
of implementation. This is what later referred to as the hadith living. In this study we will discuss the living of hadith which refers to the tradition of religious practice, more precisely about the understanding of the community of Sijum regarding almsgiving and how it is implemented in the tradition of alms rice wrap Friday for the Sijum Amuntai community. This research is descriptive, qualitative, inductive which means that a study is conducted to get a general description or description of the living hadith. The approach used in this study is a phenomenological approach with functional theory. The author concludes that alms rice packaged Friday for the Sijum Amuntai community has two main functions: First is internal function. The second is an external function that consist 2 functions; Vertical functions related to relations to God and horizontal functions related to relations between people.

Keywords: Living Hadith, Sijum Amuntai, Alms Rice Tradition on Friday.

Abstrak

Kemiskinan adalah salah satu permasalahan sosial yang paling kompleks dan signifikan dalam mempengaruhi tatanan sosialkemasyarakatan. Islam melalui Alquran dan Sunnah telah memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan kemiskinan ini dengan konsep sedekah. Sedekah itu sendiri tidak terbatas hanya dengan harta atau
materi saja, akan tetapi juga bisa dilakukan melalui usaha fisik, salah satunya adalah perbuatan baik terhadap orang lain. Ada banyak ayat Alquran dan matan hadis yang mengajak umat Islam untuk bersedekah. Kemudian, teks ini dipahami dan diaktualisasikan oleh umat Islam dengan berbagai macam pemahaman dan bentuk pelaksanaan. Hal inilah yang nantinya disebut sebagai living hadis. Living hadis adalah sunnah Nabi yang secara bebas ditafsirkan oleh para ulama, penguasa, hakim dan umat Islam sesuai dengan situasi, tempat dan kondisi yang mereka hadapi, atau disebut juga sebagai “sunnah yang hidup”. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai living hadis yang mengarah pada tradisi praktik keagamaan, lebih tepatnya mengenai pemahaman komunitas Sijum mengenai sedekah dan bagaimana implementasinya dalam tradisi sedekah nasi bungkus hari Jumat bagi komunitas Sijum Amuntai. Penelitian ini bersifat deskriptif, kualitatif, induktif yang artinya suatu penelitian yang
dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum atau deskripsi tentang living hadis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi dengan teori fungsional. Penulis berkesimpulan bahwa sedekah nasi bungkus hari jumat bagi komunitas Sijum Amuntai mempunyai 2 fungsi utama: Pertama adalah fungsi internal. Kedua adalah fungsi eksternal yang terdiri dari 2 fungsi; Fungsi vertikal yang berkaitan dengan relasi kepada Allah dan fungsi horizontal yang berkaitan dengan hubungan antara masyarakat.

Kata Kunci: Living Hadis, Sijum Amnuntai, Tradisi Sedekah Nasi Hari Jumat.

Download full pdf: http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/1647/1408