Muhammad Mahfudin
Institut Islam Negeri Pekalongan
Muhammadmahfudin401@gmail.com
Abstract
This research elaborates the practice of “nyewu shalawat” (literally, thousand-ing the ṣalawa, praise to the prophet) in Pesantren Miftakhul Jannah Kalipucang Kulon, Batang, Central Java. It focuses on the elaboration on the meaning of the prayers recited throughout the process of running the tradition. As a phenomenological study, it sees the tradition through the „glasses‟ of functional theory. It argues that the tradition held by the Pesantren is a sort of living hadith. Not only do the people engaged in this tradition have some hadith as the basis, they also regard this tradition as a cult that must not be detached from their lives.
Keywords: Living Hadith, Tradition, Nyewu Shalawat, Pesantren Miftakhul Jannah
Abstrak
Penelitian ini mengkaji tradisi “Nyewu Shalawat” di Sekolah Berasrama Islam Miftakhul Jannah Kalipucang Kulon-Batang. Fokus kajian dalam penyelidikan ini adalah untuk mengetahui makna doa dalam pelaksanaan tradisi dalam masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah pendekatan fenomenologi dengan teori fungsional. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa tradisi yang dikembangkan di Sekolah Berasrama Islam
Miftakhul Jannah, Kalipucang Kulon-Batang adalah fenomena hadis hidup. Di samping itu, terdapat beberapa hadis yang menjadi asas dalam amalan ini. Di samping itu, ada makna penting dari keberadaan tradisi ini, iaitu amalan pemujaan rohani yang tidak dapat hilang dalam kehidupan orang.
Kata kunci: Living hadis; Tradisi; Nyewu Shalawat; Sekolah Berasrama Islam Miftakhul Jannah
Download full pdf: http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/2303/1738