Dona Kahfi. MA. Iballa
Program Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
d_kahfie@yahoo.com
ABSTRACT
Living Hadis is respons of certain community of muslims which is based by a “hadis” itself. It is containing in personal or also in community life in human society. Living hadis is an acculturation or assimilation between Islam‟s doctrine and some of local‟s cultures. Acculturation and assimilation between them produces a tradition
which is known as living tradition or if it is based on thought that the foundation of the tradition is Hadith, it is called by living hadis. One of a phenomenon of living hadis which is exists in Kuntu society is tradition of Mandi Balimau. It is can be understood as living hadis by two indications. First, its basic is to missionize doctrine of Islam‟s missionary endeavor. Second, it is to put into practice a sacred text which is known by Kuntu society by hadis. Mandi Balimau as one of phenomenon of living hadis could be proof of history of first Islamization in Nusantara especially in Riau. It manifested that Kuntu is one of the first regions in Nusantara that Islam introduced with and it also proofed that process of islamization in Nusantara occurred tranquility.
ABSTRAK
Living Hadis merupakan resepsi suatu komunitas muslim tertentu yang didasarkan dari sebuah “hadis”. Hal ini baik dalam bentuk personal maupun terjadi dalam kehidupan komunitas masyarakat. Living Hadis merupakan akulturasi maupun asimilasi antara doktrin ajaran Islam dan beberapa budata local. Proses tersebut kemudian menghasilkan sebuah tradisi yang dikenal dengan living tradition atau jika yang khusus didasarkan pada hadis , disebut dengan living hadis. Salah satu fenomena living hadis adalah tradisi Mandi Balimau yang ada di masyarakat Kuntu. Tradisi ini dikategorikan sebagai fenomena living hadis karena dua indikasi. Pertama, tujuan awal diadakannya tradisi ini untuk dakwah Islam. Kedua, tradisi ini oleh masyrakat Kuntu dianggap landasannya berasal dari hadis Nabi. Mandi Balimau sebagai fenomena living hadis bisa dijadikan sebagai salah satu bukti sejarah tentang islamisasi awal yang ada di Nusantara secara umum dan di Riau secara khusus. Tradisi Mandi Balimau merupakan salah satu bukti yang menguatkan data bahwa Kuntu adalah wilayah pertama yang dimasuki Islam di wilayah Riau. Mandi Balimau juga salah satu bukti bahwa proses islamisasi awal yang ada di Nusantara
dilakukan secara damai.
Kata Kunci:Mandi Balimau, Living Hadis, Islamisasi.
Download full pdf: http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/1122/1024