Yeni Angelia, In’amul Hasan
UIN Sunan Kalijaga
yeniangelia25@gmail.com
ABSTRACT
Demanding knowledge is a must for every muslim and muslimah. There are many ways to gain knowledge, especially at this time. The Minangkabau people make wander as a culture and a very supportive method in the process of studying. The process resulted a tradition that related or based on the Prophet’s hadith. This phenomenon has occurred since Islam entered Minangkabau, so it‟s called by living hadith. Go out from native city or wander to get some knowledge outside, is a proof that Islam has entered Minangkabau. And it is recorded in history that Shaykh Ahmad Khatib alMinangkabawi has done wander in studying to Masjid al-Haram and became khadim there at the end of the 19th century.
Keywords : Wander, Studying, Living Hadith, Minangkabau
ABSTRAK
Menuntut ilmu merupakan sebuah keharusan bagi setiap muslim dan muslimah. Banyak cara untuk mendapatkan ilmu, lebih-lebih pada saat ini. Masyarakat Minangkabau menjadikan merantau sebagai budaya dan sarana yang sangat mendukung dalam proses menuntut ilmu. Proses tersebut menghasilkan sebuah tradisi yang berdasarkan kepada hadis Nabi saw. Fenomena ini sudah terjadi sejak Islam masuk ke Minangkabau yang disebut dengan living hadis. Menuntut ilmu melalui merantau ini menjadi salah satu bukti bahwa Islam telah masuk ke Minangkabau. Dan tercatat dalam sejarah bahwa Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi telah melakukan merantau dalam menuntut ilmu ke Masjid al-Haram dan menjadi khadim disana pada akhir abad ke-19 M.
Kata Kunci : Merantau, Menuntut Ilmu, Living Hadis, Minangkabau.
Download full pdf: http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/1316/1190