Inayatul Mustautina
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
im.inaa27@gmail.com
Abstract
This research discussed the conversion of Jama ‘ah Tabligh Bantarkawung, Brebes, Central Java, and its effects on the spread of Covid-19. In this case, the phenomenon of Jama ‘ah Tabligh’s preaching activity produced a wide variety of reactions. The methods employed in this study combines field research with literature. The results in this paper are; first, the practice of Jama ‘ah Tabligh preaching at Bantarkawung that attended the Ijma’ Ulama’ Jamaah Tabligh at Gowa during the Covid-19 pandemic. Second, there is a say that there is no contagious disease, if it is contagious, then it must be transmitted by God’s will. Third, the approximately 27 person of Jama’ah Tabligh Bantarkawung who attended Ijtima Ulama’ Gowa, 17 person were positively Covid-19 proved by rapid test. Then, 13 person tested positive for swab tests that made their home area become Covid-19 red zone.
Kata Kunci: Jama’ah Tabligh, Covid-19, preaching, living hadith, healthiness.
Abstrak
Penelitian ini membahas tentang praktik dakwah yang dilakukan Jama’ah Tabligh Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah, dan pengaruhnya terhadap penyebaran Covid-19. Dalam hal ini, fenomena kegiatan dakwah yang dilakukan Jama’ah Tabligh menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggabungkan antara penelitian lapangan dan kepustakaan. Hasil penelitian dalam tulisan ini adalah; pertama, praktik dakwah Jama’ah Tabligh Batarkawung yang menghadiri Ijma’ Ulama Jama’ah Tabligh di Gowa pada masa pandemi Covid-19. Kedua, terdapat hadis yang dimaknai bahwa tidak ada penyakit menular, jika ternyata menular, maka penularannya pasti atas kehendak Allah Swt. Ketiga, dari sekitar 27 orang Jama’ah Tabligh Bantarkawung yang menghadiri Ijtima’ Ulama Gowa, 17 orang diantaranya dinyatakan positif Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil dari rapid test. Kemudian, 13 orsang diantaranya positif melalui swab test yang menjadikan daerah tempat tinggal mereka sebagai zona merah Covid-19.
Kata Kunci: Jama’ah Tabligh, Covid-19, dakwah, living hadis, kesehatan.
Download full pdf: http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/2251/1683