Mengurai Hadis Tahnik dan Gerakan Anti Vaksin


Anif Yuni Muallifah

Fakultas Saintek, UIN Sunan Kalijaga
anif.s3ok3@gmail.com
DOI: https://doi.org/10.14421/livinghadis.2017.1334

Abstract

In July, 2017 electronic media were flourished by religious-based schools’ repudiation toward (Measles Rubbela) MR vaccine during massive public immunization program. Initially, anti-vaccine movement has been a long discussion occurred in Indonesia and abroad. Some has benefited theological arguments in order to sustain its faction. In this situasion, several tahnik Hadith cited together at the time when religious education presumed had the very excellence method in immunization. The method, presumably, generated as Allah had revealed it toward the prophet, so immunization program done by Indonesian government is definitely irrelevant. This research tries to explore the general and logical apprehension of Tahni Hadith explicitly from both hadith and biology, and how both view of points come up with the problem of authenticity and relevancy in Indonesian’s persistent debate on MR vaccine.

Abstrak

Yogyakarta pada bulan Juli 2017 gempar dengan berita adanya beberapa sekolah berbasis agama yang menolak vaksinasi pada program imunisasi MR (Measles Rubbela) yang menjadi program pemerintah. Gerakan anti vaksin memang telah lama ada baik di Indonesia maupun di luar negeri. Beberapa dari mereka menggunakan argumen teologis unntuk menolak vaksinasi. Hadis tahnik di gunakan sebagai salah satu alasan utama bahwa Islam sudah mengajarkan metode imunisasi paling unggul karena berdasarkan petunjuk nabi yang berasal dari wahyu Tuhan, sehingga program imunisasi yang dilakukan pemerintah di anggap sudah tidak diperlukan lagi. Paper ini meguraikan bagaimana sebenarnya pemahaman hadis tahnik ini dari sisi ilmu hadis, ilmu biologi, otentisitasnya, dan relevansinya dalam polemik anti vaksin di Indonesia.

Kata kunci: Tahnik, Vaksinasi, MS

Download full pdf: http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/1334/1305