THE PRACTICE OF RECITING ASMĀ`UL-ḤUSNĀ IN WEEKLY ḤALAQA


Abdul Wachid Lutfi

Institut Ilmu al-Qur’an an-Nur
lutfiabdulwachid@gmail.com

Abstract

The practice of reciting asmā`ul-ḥusnā by certain groups is in most cases intended to be a form of afterlife-oriented worship. Seeing the practice more closely, as practiced by the customer of the Bank Wakaf Mikro this article argues that the practice indeed has in itself a formal-substantive part, that is the recitation of asmā`ul-ḥusnā. It also at the same time argues that the very practice serves as a means to generate social/cultural benefit for the performers. Furthermore, the practice observed in this research also finds its root on the prophetic hadith and thus a practice of living hadith. It shows that there has been a transmission and transformation of the hadith in both the text and content that results in, among others, the practice of reciting asmā`ul-ḥusnā by certain groups in a greatly varying ways.

Keywords: Asmā`ul-Ḥusnā, Ḥalaqa, Bank Wakaf Mikro, Living Hadith, Afterlife-Oriented, Worldly-Life-Oriented.

Abstrak

Pembacaan Asmaul Husna yang dilakukan oleh kelompok masyarakat tertentu tidak hanya bertujuan untuk beribadah dalam kepentingan akhirat semata, akan tetapi juga memiliki kepentingan yang lain. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis, tulisan ini menemukan bahwa di satu sisi terdapat praktik yang bersifat formal-subtantif yaitu pembacaan Asmaul Husna yang dilakukan dalam konteks ibadah yang lebih berorientasi pada keuntungan atau pahala akhirat, namun di sisi lain, pembacaan Asmaul Husna juga dilakukan secara fungsional yang orientasi keuntungannya lebih bersifat duniawi. Fenomena pembacaan Asmaul Husna dalam kegiatan halaqah mingguan ini dapat dilihat dari sudut pandang kajian living hadis. Dalam tulisan ini, peneliti menemukan beragam fenomena dalam pembacaan Asmaul Husna yang berangkat dari pemahaman hadis. Fenomena pembacaan Asmaul Husna yang dilakukan oleh anggota nasabah Bank Wakaf Mikro merupakan
bukti transmisi dan transformasi hadis sehingga sampai saat ini pembacaan Asmaul Husna menjadi eksis dan variatif.

Kata Kunci: Asmaul Husna, Halaqah, Bank Wakaf Mikro, Living Hadis, Ukhrowi, Duniawi.

Download full pdf: http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/2335/1739