Nurdhin Baroroh & Mhd Abyan Fauzi
UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta
nurdhinbaroroh@yahoo.com.au
mhd.fauzy123@gmail.com
DOI : 10.14421/livinghadis.2019.1946
Abstract
Welcoming the birth of a baby is an activity carried out as a form of gratitude to Allah swt. Among the rituals performed, are azan on the right ear and ikamah on the baby’s left ear. The basis of the ritual is the hadith of Muhammad saw, that transmitted by Abu Daud, at Tirmizi, and Ahmad sourced from Ibn Abi Rafi. Other guidance is to do ‘istiazah’ or request protection from Allah for the safety of the baby, based on Ali Imran verse 36 and the hadith of the prophet which is sourced from Abu Hurairah and Ibn Abbas which is narrated by Imam Bukhari. There is a nuance of diversity behind the two guidelines, although both are sourced from the hadith of the prophet. The discussion in this paper will examine both in terms of Rijal Sanad and the fiqh side. Examining the side of Rijal Sanad is by using Jarh wa Ta’dil while the legal aspects will be approached using the Ta’arud al Adillah theory.
Keywords: azan, ikamah, istiazah.
Abstrak
Menyambut kelahiran bayi merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai wujud syukur kepada Allah SWT. Diantara ritual yang dilakukan adalah mengumandangkan azan pada telinga kanan dan ikamah pada telinga kiri jabang bayi. Dasar ritual tersebut adalah hadis Muhammad SAW riwayat Abū Dāwūd, at-Tirmῑżi dan Ahmad yang bersumber dari Ibn Abi Rafi’. Tuntunan lain adalah dengan mengistiazahi bayi atau meminta perlindungan kepada Allah Swt untuk keselamatan si bayi, berlandaskan Q.S. Ali Imrān (3) ayat 36 dan hadis nabi yang bersumber dari Abū Hurairah dan Ibnu ‘Abbās yang diriwayatkan oleh Imām Bukhāri. Ada nuansa keberbedaan di balik kedua tuntunan tersebut, meski sama-sama bersumber dari hadis nabi, maka pembahasan dalam tulisan ini akan menelaah keduanya baik dari sisi Rijal Sanad dan sisi hukumnya. Penelaahan sisi Rijal Sanad dengan menggunakan ‘Ilmu al-Jarḥ wa at-Ta’dῑl sedangkan aspek hukumnya akan didekati dengan menggunakan teori Ta’āruḍ al-Adillāh, disebabkan munculnya keberbedaan diantara keduanya.
Kata Kunci: azan, ikamah, istiazah.
Download full pdf: http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/1946/1553