KOMIK HADIS NASIHAT PEREMPUAN : Pemahaman Informatif dan Performatif


Muhammad Alfatih Suryadilaga

UIN Sunan Kalijaga
athar.putradilaga@gmail.com
DOI : https://doi.org/10.14421/livinghadis.2017.1333

ABSTRACT

Hadith comics grew rapidly in Indonesia. At least this Hadith comic is a reading material for ordinary people both children and adolescents in understanding the teachings of Islam, especially in the hadith. Hadith comic continues to grow with a variety of interesting and actual themes. One of them is the message of women. Moreover, in some studies there is interpretation of hadith that developed in history of hadith, the pattern of understanding in the Prophet Muhammad era is not advanced until the 8th century H. That is, the collective culture of society understanding of hadith does not influence in the interpretation of hadith. This is different from the Hadith comic that developed in Indonesia. The characteristic of Indonesia in hadith comic could be felt. By using performative theory, this study will look at the scientific authority of the Hadith scholar and the results of his study as developed in the original information in the time of the Prophet.

ABSTRAK

Komik hadis semakin berkembang pesat di Indonesia. Setidaknya komik hadis ini adalah bahan bacaan bagi masyarakat awam baik anak-anak maupun remaja dalam memahami ajaran Islam, khususnya dalam hadis. Seperti ajaran Islam yang damai dengan digambarkan dengan baik melalui komik kapasitas perempuan yang dijelaskan masuk surga. Kemunculan komik hadis tersebut merupakan suatu yang baru karena pemahaman atas
hadis-hadis selama ini hanya dapat ditemukan melalui ahli hadis terutama dalam syarah kitab-kitab hadis. Meski demikian, menurut beberapa kajian, syarah hadis tidak banyak mengalami perkembangan dalam perihal pola pemahamannya, terutama berkisar antara masa Nabi Muhammad saw. sampai abad ke-8 H. Artinya, konstruk budaya masyarakat mengenai pemahaman hadis tidak mewarnai kitab syarah. Hal ini berbeda dengan komik hadis yang berkembang di Indonesia. Ciri khas ke-Indonesiaan dalam komik hadis tersebut sangat terasa. Dengan menggunakan teori performatif, maka kajian ini akan melihat tentang otoritas keilmuan syarah hadis dan hasil kajiannya sebagimana yang berkembang dalam informasi awalnya di masa Nabi saw.

Kata Kunci: Hadis, komik hadis, syarah hadis, informatif, performatif

Download full pdf: http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/1333/1269