REINTERPRETASI SUNNAH (Studi Pemikiran Muhammad Syahrur terhadap Sunnah)


Azhari Andi, Luqman Hakim dan Mutawakkil Hibatullah

PP. Al-Muhsin, Yogyakarta
azhariandi59@gmail.com

 Abstract

Discussion on Sunnah were never ended, like an never drying sea. It has been discussed since the Prophet era up to date, both by moslem scholars as well non-moslem (outsiders). One of the evidences is the emergence of Muslim scholars with their comprehensive and enlightening works such as Muhammad Shahrur. One controversial contemporary Muslim scholars, Shahrur encourage muslims in sueding and opposing concept against sunnah which has been agreed by the majority of ‘Ulama. In order to unfold his arguable idea, this artcle will discuss Shahrur’s thought on sunnah using descriptve-analytc method.

Abstrak

Pembahasan mengenai sunnah Nabi tidak mengenal kata usai. Ibarat sebuah lautan, ia tdak akan kering walau telah, sedang dan akan dikaji. Usaha umat Islam dalam memahami telah dilakukan sejak masa Rasulullah hingga sekarang. Bahkan kalangan non muslimpun tertarik mengkaji sunnah. Hal ini terbukti dari lahirnya pemikir-pemikir muslim dengan karyakarya yang komprehensif dan mencerahkan. Dalam bidang hadis misalnya Muhammad Syahrur, salah satu cendikiawan muslim kontemporer yang kontroversial. Betapa tidak, keberaniannya menggugat dan menentang konsepsi sunnah yang diperpegangi para jumhur ulama membuat ia mencuat dan fenomenal di kalangan umat Islam. Oleh karena itu, tulisan ini akan mendiskusikan pemikiran Syahrur seputar sunnah dengan metode deskriptif-analitis.

Keyword : Iţiba’, Qudwah, Uswah dan Sunnah

Download full pdf : http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/1069/975