Suryadi
Prodi Ilmu Hadis (ILHA)
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Email: suryadi_rajiman@yahoo.co.id
Abstract
Yusuf al-Qaradhawi is one of scholars who considered historical setng as acompulsory in understanding Hadith. He set into three categories of classifcaton: Understanding Hadith based on the cause and its specifc background; understanding Hadith by considering the purposefulness and judiciousness of the Prophet, as well understanding hadith by taking temporal customs of the Prophet era into account. Thus historicity as an approach in Hadith studies is a useful insight in the study chronological conditon when hadith were transmited and disseminated. Numbers of questons such as why Prophet had said such hadith, to what extent of socio-cultural conditon and situaton as well as it’s politcal circumstance had the Prophet declared and stated that Hadith, as well as exploraton on what type of factors which entailed such kind of matan Hadith had existed; those are parts of analytcal aspects of a historical approach in Hadith Studies.
Abstrak
Yusuf al-Qaradhawi adalah seorang ulama yang memahami hadis dengan mempertimbangkan setting-historis sebagai suatu keniscayaan. Ia membagi setting historis menjadi tiga klasifikasi : Memahami hadis berdasarkan sebab atau latar belakang munculnya yang spesifk; memahami hadis dengan memperhatikan tujuan atau hikmah yang dilakukan oleh Nabi; memahami hadis Nabi dengan memperhatkan suatu kebiasaan temporer pada masa Nabi. Dengan demikian, pendekatan historis digunakan untuk mempertimbangkan kondisi historis ketika hadis
dikemukakan. Pertanyaan mengenai mengapa Nabi bersabda, bagaimana suasana dan kondisi sosio-kultural masyarakat saat itu, termasuk bagaimana persoalan politk saat itu, serta penjelasan tentang faktor-faktor apa saja yang menyebabkan matan hadis muncul, merupakan aspek kajian dalam pendekatan historis.
Keywords: Yusuf al-Qaradhawi, memahami hadis, setting historis
Download full pdf: http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/1067/973