Studi Kitab Hadis (Antologi)


Diterbitkan oleh: TH Press

Pada tahun: 2009

Sinopsis:

Jika Muhammad Saw adalah penafsir pertama terhadap teks al-Quran dan realitas Arab empat belas abad yang lalu, maka hadis merupakan kumpulan penafsiran beliau yang selayaknya mendapat tempat bagi umat Islam. Sebagai penafsiran, tentu saja kebenaran bersifat relatif. Karena itu dibutuhkan kajian serius dan mendalam agar teks hadis tidak menjadi teks absolut yang pasti benar dan berlaku sepanjang ruang dan waktu sebagaimana teks al-Quran. Sebagai teks kedua (second text), ia terbuka bagi penafsiran dengan berbagai pendekatan. Hal ini penting agar terbuka ruang bagi berlangsungnya proses desakralisasi teks hadis dikalangan umat Islam. Mengapa hal demikian penting? Sebab teks hadis memiliki potensi dan otoritas besar melakukan hegemoni pemikiran dan kesadaran umat Islam dari dulu hingga sekarang. Implikasi yang muncul dari teks hadis, di samping bersifat positif juga negatif. Implikasi positif, karena teks hadis merupakan kekayaan khazanah umat Islam sepanjang sejarah yang didapat dijadikan tidak saja kebutuhan melegalisir tuntutan praktis seperti ibadah dan mu’amalah tetapi juga sebagai kekayaan intelektual. Dalam sejarahnya, ia telah melahirkan llmu yang kita kenal dengan ‘Ulum al-Hadis dengan beragam cabangnya. Namun demikian, dan ini Implikasi negatifnya, ia juga telah dijadikan sebagai alat legitimasi bagi kelompok tertentu untuk kepentingan kekuasaan atau tindakan-tindakan kekerasan lainnya.

Buku diatas dapat dibeli di: