
Diterbitkan oleh: Q-Mefia dan Ilmu Hadis Press
Pada tahun: 2019
Sinopsis:
Kata Pengantar
Tulisan ini bermula dari kepergian ahli hadis dan sekaligus guru besar UIN Sunan Kalijaga pasa awal Agustus 2019 yang lalu. Peristiwa tersebut sunggu mengagetkan bagi kami di Prodi Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kepergian beliau yang mendadak karena tidak ada kabar apapun mengenai sakitnya dan kondisi terakhir. Sebelum meninggal hari Sabtu 3 Agustus 2019, saya mencoba menghubungi beliau lewat WA japri untuk menjadwal munaqasyah ujian skripsi saudara Azam untuk tanggal 25 Juli 2019.
Beliau hanya menjawab tidak bisa menguji dengan tanpa memberi alasan apapun. Beliau minta setidaknya selama 1.5 bulan ke depan untuk istirahat tidak diberi jadwal ujian munaqasyah. Kemudian saya menjawab, “Iya, Prof.” Kami dan kawan-kawan tidak tahu kondisi apa yang terjadi.
Sebelumnya sudah agak lama sekitar 2 tahunan beliau minta agar kalau jadwal jangan di lantai yang ketiga dan keempat. Info lain ketika beliau menjadi promotor Zunli Nadia tidak hadir karena sakit dan alhamdulillah Jum’at pagi 2 Agustus 2019 isteri beliau ke prodi dan saya sempatkan bertanya tentang keberadaan beliau. Sehingga rasa penasaran saya pun agak berkurang.
Bu Nurun optimis akan kesembuhan Prof. Suryadi dan beliau cerita habis masuk ICU di RS Sarjito sepuluh hari sebelumnya dan tindakan apa yang diberikan kepada beliau. Dari situlah, saya mengajak kawan- kawan untuk menjenguk beliau. Tapi usaha itu tidak tersampaikan karena kesibukan kawan-kawan dan akhirya Sabtu siang kami menerima kabar duka itu.
Sebelum saya pergi ke Jombang karena ada acara yang sudah dijadwalkan lama saya sempatkan ke RS JIH untuk melayat. Sesampai di RS, saya hanya menjumpai kawan-kawan dari Fakultas dan Prodi Ilmu Hadis seperti Dr. Saifuddin Zuhri, MA, Dr. Shofiyullah MZ, M.Ag. dan Dr. Inayah Rohmaniyah serta Bu Kepala TU Fakultas.
Sehingga saya belum dapat berjumpa dengan Bu Nurun dan puteri-puterinya sedang di dalam prosesi memandikan jenazah. Akhirnya saya hanya menitipkan salam lewat kawan dengan ibu Nurun. Akhirnya saya pulang dan ke stasiun Tugu menuju Jombang.
Peristiwa kepergian di atas kemudian prodi berinisiatif membuat kumpulan tulisan untuk mengenang beliau sebagai ahli hadis. Setidaknya dalam buku ini terdapat beragam kenangan indah dan kenangan yang lain dalam kehidupan yang terjadi di dunia kampus dari kawan, kolega dan muridnya.
Salah satu hal yang sulit terwujud adalah untuk mengajak makan bersama. Kebiasaan kawan-kawan dan kolega kampus jika ada waktu luang digunakan makan bersama di warung tertentu. Cara ini digunakan untuk saling mengakrabkan satu dosen dan lainnya.
Untuk hal di atas amat sulit terlaksana. Hal tersebut setidaknya mungkin keterbatasan waktu beliau di kampus terutama ketiadaan jam jam yang longgar selain di kelas atau apa kawan-kawan pun tidak memahaminya. Namun, beberapa bulan sebelum wafat bersamaan dengan acara fakultas di Solo kesempatan itu ada.
Sehingga seluruh dosen yang hadir di Solo bisa memanfaatkan waktu luang di sela-sela diskusi kurikulum untuk makan-makan di warung sate. Peristiwa di atas sangat langka bagi kami di jajaran Jurusan TH maupun Prodi Ilmu Hadis.
Kenangan lain setidaknya adalah tentang tradisi akademik dan keilmuan dari Prof. Suryadi. Setidaknya dalam kehidupan beliau sebagai dosen dan guru besar memiliki beragam ide yang segar dalam bingkai studi hadis di Indonesia.
Gambaran tersebut dapat dilihat dalam buku ini. Buku ini adalah sebagai bentuk penghormatan kepada beliau. Sehingga judul buku ini adalah Tribute Prof. Dr. Suryadi, M.Ag. Guru Besar Hadis UIN Sunan Kalijaga: Kolega, Kawan, Guru dan Murid.
Wujud terimakasih disampaikan kepada semua kontributor yang telah memberikan berupa tulisan yang dapat dilihat dari buku ini. Mereka semua telah memberikan catatan tebaiknya untuk Guru Besar Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Selanjutnya, kepada Dr. Alim Roswantoro selaku Dekan Faktas Ushuluddin dan Pemikiran Islam dan pimpinan lainnya serta kawan di Prodi Ilmu Hadis yang telah menjadikan salah satu slot buku daras untuk in momeriam Prof Suryadi. Terimakasih pula kepada Ibu Dr. Nurun Najwah, M.Ag.
selaku isteri beliau yang sudah memberikan koreksi atas buku ini. Tiada gading yang tak retak, sehingga tegur sapa dan koreksi atas buku ini sangat diperlukan untuk kesempurnaan di dalamnya.
Wassalam.Ketua Prodi Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga 2016-2020
Dr. H. Muhammad Alfatih Suryadilaga, S.Ag. M.Ag.Buku di atas dapat dibeli di: