RELIGIOUS COMMUNITY HARMONY IN HADITH PERSPECTIVE; EPISTIMOLOGICAL PROBLEM


Naimatus Tsaniyah

IAIN SALATIGA, Indonesia
nikmahtsaniyah22@gmail.com
DOI: 10.14421/livinghadis.2018.1630

Abstract

The study of religious harmony is as religious sentiments often lead to conflict of tension. Not only in Indonesia, but also in other parts of the world. Although social, political, as well as economic factors are quite coloring, religion’s imfluence in social conflict cannot be neglected, mainly related to the lack of tolerance towards otherfaiths. An alternative way to create religious harmony is to examine the framework of Islamic epistemology for the basis of religious harmony. Islamic epistemology believes in the source of the truth of revelation, reason, empirical, and intuition. The methods and tools used in the search of truth are the guidance of revelation, reason, empirical, and intuition.TheTheologicalbasisexaminedinthis study is derived from The Hadiths of The Prophet Muhammad that are relevant to religious harmony. This study includes literatures from books of hadiths (kutubul hadiṡ) and supported by secondary data from various books that examine the religious harmony. Islamic epistemology is used as an analytical blade of foundation for exploring sources of truth which arerelated to the foundations of religious harmony in the hadiths of the Prophet Muhammad which later expected to grow awareness to respect each other. This step is expected to be one of intersection that bridges the realization of religious harmony, especially in Indonesia.

Keywords: Harmony, Epistemology, Pluralism

Abstrak

Mempelajari bina damai agama kadang seperti mempelajari seintimen beragama yang mudah menyebabkan konflik dan ketegangan. Bukan hanya di negeri ini, Indonesia; tetapi juga seluruh penjuru dunia. Walaupun faktor-faktor seperti sosial, politik, juga ekonomi sering mewarnai, tetapi pengaruh agama terhadap konflik sosial tidak bisa dianggap remeh, terutama berhubungan dengan hilangnya toleransi terhadap pemeluk agama lain. Sebagai alternative untuk merealisasikan harmoni agama adalah menguji kerangka berfikir epistemology islam sebagai bagian dari dasar bagi perdamaian agama. Epistemology islam percaya pada empat sumber kebenaran; wahyu, rasio, empiric, dan intuisi. Metode dan alat tersebut digunakan untuk mendapatkan kebenaran adalah petunjuk dari keempatnya. Basis teologis yang diteliti dari artikel ini didapat dari hadis Nabi Muhammad saw yang dirasa relevant bagi harmoni agama. Studi ini melibatkan kutubul hadiṡ dan didukung oleh data dari literature lainnya. Epistemology Islam digunakan sebagai alat analisa untuk mendapatkan sumber kebenaran yang berhuungan dengan fondasi harmoni agama menurut Hadis Nabi. Sehingga dari situlah diharapkan agar dapat menyulut sensitifitas masyarakat agar toleran terhadap agama lain. Langkah ini diharapkan dapat menjadi
salah satu pertemuan yang menjembatani harmoni antar agama, terutama bagi Indonesia.

Download full pdf: http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/1630/1386