SIGNIFIKANSI HADIS-HADIS MEMANAH DALAM TINJAUAN TEORI MA’NA-CUM-MAGZA


M. Syachrofi

Fakultas Ushuluddin UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
msyachrofi93@gmail.com
DOI: 10.14421/livinghadis.2018.1692

Abstract

This paper aims to explore the significance of the hadiths about archery, which today most people understand it as a normative sunnah. The theory that I use is the theory of ma’na-cum-magza, which is a theory of interpretation that balances the reading of literal meaning (al-ma’na al-aṣli) and the main message (significance; almagza). Based on the application of the theory, it is found that the literal meaning of the hadiths of archery is an advice of the Prophet which is a motivation (targib) for sahaba to always practice archery as an effort to prepare strength to fight non-muslims who were hostile to Muslims at that time. Whereas the main message (significance;
magza) of these hadiths is to encourage Muslims to build forces that are able to overcome the enemies of Muslims based on the context. In the present context, the enemies of Muslims are poverty and ignorance, the most effective weapon to eradicate them is education and science.

Keywords: Hadith, ma’na-cum-magza, Archery, significance.

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk menggali signifikansi hadis-hadis tentang anjuran memanah, di mana saat ini sebagian besar orang memahaminya sebagai sunah normatif. Teori yang digunakan adalah teori ma’na-cum-magza, yaitu teori interpretasi yang menyeimbangkan antara pembacaan makna literal (al-ma’na al-aṣli) dan pesan utama (al-magza). Berdasarkan aplikasi dari teori tersebut didapatkan hasil bahwa makna literal (al-ma’na) hadis-hadis tentang memanah merupakan anjuran Nabi yang bersifat targhib (motivasi) untuk para sahabat agar selalu latihan memanah sebagai upaya mempersiapkan kekuatan untuk memerangi orang-orang non-muslim yang memusuhi umat Islam saat itu. Sedangkan pesan utama (signifikansi; magza) hadis-hadis tersebut adalah menganjurkan umat Islam untuk membangun kekuatan yang mampu mengatasi musuhmusuh umat Islam sesuai konteksnya. Dalam konteks sekarang musuh umat Islam adalah kemiskinan dan kebodohan, maka senjata yang paling efektif untuk memberantaskannya adalah pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Kata Kunci: Hadis, ma’na-cum-magza, memanah, signifikansi.

Download full pdf: http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/1692/1395