Reza Bakhtiar Ramadhan
UIN Sunan Kalijaga
manmanna93@gmail.com
ABSTRACK
Hadith about fadhilah (virtue) of reading shalawat has penetrated the soul of society in Banyunganti Kidul. Hadroh and shalawat exercise get more popular at Banyunganti Kidul, so it‟s always held on every week. This social phenomenon implies that religion becomes one of the important indicators. Especially the hadiths relating to command and fadhilah (virtue) give shalawat on prophets. Thus forming the mindset and religious spirit of Banyunganti Kidul‟s society. This phenomenon is also called by living hadith. The phenomenology approach especially functional theory became the focus of this study. It can be concluded that this phenomenon is a growing tradition in society. It is also a study of contemporary hadith that can shift the existence of previous hadith research.
Keyword: hadroh at Banyunganti Kidul, functional theory, living hadith.
ABSTRAK
Hadis tentang keutamaan membaca shalawat nabi telah merasuki jiwa masyarakat Banyunganti Kidul. Latihan hadroh dan shalawatan yang diselenggarakan setiap pekan semakin digemari masyarakat. Fenomena sosial ini menyiratkan bahwa agama menjadi salah satu indikator penting. Terutama hadis-hadis yang berkenaan dengan perintah dan fadhilah (keutamaan) bershalawat pada nabi. Hal tersebut membentuk pola pikir dan spirit keagamaan masyarakat Banyunganti Kidul. Fenomena ini disebut juga dengan fenomena living hadis. Pendekatan
fenomenologi dengan teori fungsional menjadi fokus dalam penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa fenomena ini merupakan sebuah tradisi yang berkembang dalam masyarakat. Kajian ini dinilai dapat menjadi kajian hadis
kontemporer yang dapat menggeser keberadaan kajian hadis yang sebelumnya.
Kata kunci : hadroh Banyunganti Kidul, teori fungsional, living hadis
Download full pdf: http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/1304/1189