ANALISIS TINDAKAN SOSIAL MAX WEBER DALAM TRADISI PEMBACAAN KITAB MUKHTASHAR AL-BUKHARI (Studi Living Hadis)


Alis Muhlis dan Norkholis

Ilmu Al Qur’an danTafsir, UIN SunanKalijaga Yogyakarta
annurkholis24@gmail.com

ABSTRACT

The tradition of reading the book of Mukhtashar Al-Bukhari is one of the welcoming traditions to the holy month Ramadan, conducted every month per year at Islamic Boarding School At-Taqwa Yogyakarta. The tradition is fully practiced on Rajab, a month before Ramadhan at lunar based calendar. This research utilizes four types of Max Weber’s social action theory, those are traditional action, affective action, instrumental rationality, and value rationality. The result found that: first, according to the traditional action, the people are willing to preserve the tradition which has been inherently practiced. Second, the affective action shows that the people are emotionallyboundedto the ulama’ figures (salafu as-shalih) and the timing (Rajab). Third, instrumental rationally the pointed out that people at At-Taqwa are capable of practicing the tradition due to the capacity on both human resource and finance. Fourth, on value rationality they are encouraged to achieve barokah by following and preserving the tradition of salafus shalih.

ABSTRAK

Tradisi pembacaan kitab Mukhtashar Al-Bukhari sebagai salah satu tradisi penyambutan datangnya bulan suci Ramadhan yang rutin dilakukan setiap tahun oleh Pondok Pesantran (Ponpes) At-Taqwa Yogyakarta. Tradisi tersebut dilaksanakan selama satu bulan penuh pada bulan Rajab.Penelitian ini menggunakan teori tindakan sosial Max Weber yang telah diuraikan menjadi empat tipe; yaitu tindakan tradisional, tindakan afektif, rasional instrumental dan rasionalitas nilai. Hasil dari penelitian: Pertama, berdasar tipe tindakan tradisional, pelaku tradisi (Ponpes At-taqwa) ingin melestarikan tradisi yang telah dilakukan secara turun-temurun oleh Ponpes Sunni Salafiyyah Pasuruan Jawa Timur. Kedua, Tindakan Afektif, menunjukan bahwa pelaku memiliki ikatan emosional terhadap tokoh (salafu as-shalih) dan waktu pelaksanaan (Bulan Rajab). Ketiga, Rasionalitas instrumental, Ponpes At-Taqwa secara sadar mampu melakukan tradisi tersebut karena memiliki kapasitas, baik dari segi sumber daya manusia maupun aspek finansial. Keempat, rasionalitas nilai, mereka ingin mendapatkan barokah dengan cara meniru dan melestarikan tradisi dari para ulama salafus as-shalih.

Kata kunci: Tradisi, Tindakan Sosial, Motif, Tujuan

Download full pdf: http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/1121/1023