“Barzanji Bugis” dalam Peringatan Maulid: Studi Living Hadis di Masyarakat Bugis, Soppeng, Sul-Sel


Ahmad Mutaqin

Alumni PP. Al-Junaidiyah Bone, Sulawesi Selatan
Email: muttaqin.a@gmail.com

Abstract

Priority to reading this paper, it is important to realize that hadis as source of islamic teachings has been expressed on cultural varietes. This aims to explore how the Bugis society views both the meaning of Maulid (prophetic birthday celebraton) and the reading of Bugis-barzanji and to analyze the acculturaton between both islamic teaching and Bugis culture on reading the Barzanji in Maulid. This research uses acculturatonal concept
to explore deeply and briefly how islamic teaching and local traditon produce the new religious cultural practices. This concludes that frst, barzanji in Bugis society is one of religious cultural practices regarded as secred tradition excepting in Maulid. Second, the Bugis-barzanji read on maulid celebration in order that society are able to  understand easily the barzanji containing sīrah nabawiyyah (prophetic history) is one of living-hadis phenomena.

Abstrak

Hal utama dalam makalah ini, bahwa Hadis adalah sumber utama di dalam ajaran Islam dan telah dipraktikan di banyak budaya. Karenanya makalah ini berusaha untuk mengeksplorasi gagasan komunitas masyarakat Bugis baik makna Maulid (perayaan kelahiran Nabi) dan bacaan dari Barzanji-Bugis serta menganalisa akulturasi di antara ajaran Islam dengan budaya Bugis dalam bacaan Barzanji di perayaan Maulid. Riset ini menggunakan konsep akulturasi budaya untuk mengeksplorasi secara mendalam dan sekilas bagaimana ajaran Islam dan tradisi lokal memproduksi praktk religi yang baru. Makalah ini berkesimpulan bahwa, pertama barzanji bagi komunitas masyarakat Bugis adalah satu dari praktik religi yang dianggap sebagai tradisi yang suci di dalam perayaan maulid. Kedua, barzanji Bugis dibaca saat perayaan Maulid supaya masyarakat dapat memahami kitab barzanji secara mudah yang terdiri atas sīrah nabawiyyah (sejarah nabi) dan satu dari fenomena living-hadis.

Keywords: Living hadis, Barzanji Bugis, Sosial Keagamaan

Download full pdf: http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/1071/977