Rawinya Bersifat Dhabith


Secara bahasa, dhabith berarti,  yang kokoh, yang kuat, yang tepat, yang hafal dengan sempurna. Seorang perawi dikatakan dhabit apabila perawi tersebut mempunyai daya ingatan dengan sempurna terhadap hadis yang diriwayatkannya.

Orang dikatakan dhabith, bukan berarti ia terhindar sama sekali dari kekeliruan atau kesalahan. Sebagai manusia, kemungkinan berbuat salah dan keliru sangatlah wajar. Namun, kekeliruan ini tidak terjadi berulang kali. Oleh karenanya, yang demikian itu tidak dianggap sebagai orang yang kurang kuat ingatannya. Rawi yang ‘adil dan sekaligus dhabith disebut tsiqot.

Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani, dhabith dimaknai sebagai orang yang kuat hafalannya tentang apa yang telah didengarnya dan mampu menyampaikan hafalannya itu kapan saja bila menghendaki.